29 April 2013

Sesungguhnya permainan Truth or Dare ujung-ujungnya akan menjadi permainan "Truth or Truth"

taken from my Sony ST25i

#nowplaying Angin Pujaan Hujan - Payung Teduh
"Rinduku.. Berbuah laraaaaa"

*ambil kemoceng, kemudian bersih-bersih blog. basahi kanebo lalu lap-lap dasbor kemudian klik buat entri baru*


Entah apa yang merasuki saya sampai-sampai kembali membuka blog dan menuliskan cerita ini. Sabtu malam, aka malam Minggu nabilang orang berpacar, tepatnya pukul jam 11 keatas begitu (Ini bukan cerita 18+ kok. Serius ka). Bertempat di asrama putra stasiun laut FIKP Unhas di Pulau Barrang Lompo. Beberapa teman se-prodi (termasuk saya) lagi ngumpul menghabiskan waktu menunggu sesi asistensi Ekologi Perairan. Beberapanya lagi sudah terlelap di kamar. Kemudian salah seorang teman mencetuskan permainan yang sangat klasik yang biasa dimainkan anak mudayya pas lagi kosong-kosongnya yaitu permainan Jujur atau Berani yang lebih gaulnya lagi Truth or Dare. Tapi waktu itu tidak ada istilah berani jadi sama doang ji bilang main jujur-jujuran -___-"


Jadi pesertanya ada 7 orang. Singkat cerita saja deh, sewaktu spidol diputar dan kemudian berhenti, salah satu ujungnya mengarah kepada saya yang berarti saya harus menjawab pertanyaan dengan jujur. Ada sensasi dag dig dug serrr sebenarnya tapi santai saja mi ka permainan ji wk. Salah satu peserta kemudian menanyakan, "Sebenarnya siapa orang yang kau tunggu itu?". Dan saya jawab saja dengan santai, "Kau tau ji toh pernah ji saya cerita". Karena memang saya pernah cerita ke dia. Dan si penanya menanggapi, "Namanya maksudku." JENG JENG JENG kemudian ada petir menggelegar (tapi dalam hati ku ji), tanganku langsung dingin dan secara spontan saya menyebutkan namamu. Hahaha. Iya namamu. 

Tapi memangnya saya menunggu? Saya juga tidak tau. Harusnya pertanyaan itu saya jawab saja dengan, "Nda lagi menunggu siapa-siapa ja". Selesai, kan? Saya tidak perlu lagi pikirkan dirimu malam itu. Sampai-sampai saya tidak tidur semalaman. Tidak tidur gara-gara kerja modul serta berkutat dengan angka dan kalkulator massu'nya. Jangan meki ke-GR-an deh. 

Kembali ke masa kini, baruka mau klik "Publikasikan". Tiba-tiba saya klik tab "TweetDeck" dan ada kamu di column Timeline. Seketika saya pikirkan dirimu lagi. Well, jeg savner deg. Ta vare på deg selv :)

Saya sepertinya nda ngampus hari ini. Tapi bukan ji juga gara-gara dirimu na saya nda mau ngampus. Kepalaku masih pusing efek naik kapal. Cukup sekian dan saya mau nitip absen. Cups! :*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

leave comment